Kunjungan ke Candi Prambanan

Pada tanggal 17 Desember 2011,kami mengunjungi Candi Prambanan yang bertempat di kota Yogyakarta, di mana candi ini merupakan candi Hindu tercantik di dunia.

Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.

Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa).

Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, kita hanya akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu.

Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa, kita juga hanya akan menemukan satu ruangan berisi arca Brahma.

Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu.

Prambanan juga memiliki relief candi yang memuat kisah Ramayana. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan.

Relief-relief burung di Candi Prambanan begitu natural sehingga para biolog bahkan dapat mengidentifikasinya sampai tingkat genus.

Proses pembuatan Candi Prambanan tidak lepas dari konsep matematika. Konsep matematika tersebut terlihat pada bagaimana cara menghubungkan komponen satu dengan yang lain secara “LEGO” atau disebut dengan IAKTAN TERAPAN, dimulai dengan cara hubungan “PELETAKAN” , kemudian berkembang menjadi “Saling Menggigit”. Proses pemasangan dimungkinkan tanpa adanya pendukung / penunjang pembantu seperti semen.

Dari pengamatan singkat ini, dapat kita lihat adanya konsep matematika yang dipergunakan dalam pembuatan candi Prambanan ini, konsep itu adalah konsep ‘kesebagunan’ pada lubang yang dibuat pada satu batu, dengan tonjolan batu yang lainnya sehingga mereka bisa saling kait mengait. Lubang pada batu tersebut, tentunya sama dan sebangun dengan tonjolan pada batu lainnya, sehingga kedua batu tersebut bisa terikat, dan kebanyakan bentuk yang ada adalah berbentuk persegi panjang, barangkali bentuk ini bentuk yang mudah untuk dijadikan pondasi. Dari keterkaitan inilah kemudian, bangunan bisa didirikan, dan konsep ini juga digunakan pada pembangunan tangga-tangga candi, sehingga sampai saat ini tangga candi tidak bergeser, padahal sudah berusia ratusan tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: